GRI Sector Standards dalam Laporan Keberlanjutan: Fungsi dan Manfaatnya

Pelajari fungsi dan manfaat GRI Sector Standards dalam membantu perusahaan menyusun laporan keberlanjutan yang lebih relevan dan sesuai karakteristik sektor.

Ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk menyusun laporan keberlanjutan menggunakan GRI Sector Standards, ia tidak cukup hanya mengandalkan panduan umum. Ada satu lapisan standar yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan industri atau sektor tertentu, yang dikenal sebagai Sector Standard atau Standar Sektor.

Memahami perannya adalah kunci agar laporan keberlanjutan benar-benar mencerminkan konteks bisnis secara akurat dan bermakna.

Daftar Isi:

Apa Itu GRI Sektor Standards?

GRI Sector Standards disusun sebagai sebuah sistem yang terdiri dari tiga seri yang saling berkaitan: Standar Universal, Standar Sektor, dan Standar Topik. Ketiganya bekerja bersama-sama, bukan secara terpisah.

Standar Universal berlaku untuk semua organisasi tanpa terkecuali. Di dalamnya terdapat GRI 1 yang menjelaskan fondasi dan persyaratan pelaporan, GRI 2 yang memuat pengungkapan umum tentang profil organisasi, serta GRI 3 yang memberikan panduan untuk menentukan topik material.

Standar Topik, di sisi lain, berisi pengungkapan spesifik untuk topik-topik tertentu seperti emisi, ketenagakerjaan, atau antikorupsi. GRI Sector Standards berada di antara Standar Universal dan Standar Topik.

Fungsinya adalah menyediakan informasi bagi organisasi mengenai topik-topik yang berpotensi menjadi material dalam konteks sektor tempat mereka beroperasi. Artinya, GRI Sector Standards tidak menggantikan Standar Universal maupun Standar Topik, melainkan berperan sebagai jembatan yang menghubungkan keduanya dalam konteks industri yang lebih spesifik.

Mengapa Standar Sektor Diperlukan?

Setiap sektor industri memiliki karakteristik dampak yang berbeda, sehingga GRI Sector Standards membantu organisasi mengidentifikasi isu yang paling relevan sesuai konteks industrinya. Risiko lingkungan di sektor pertambangan, misalnya, tentu berbeda dengan sektor jasa keuangan.

Demikian pula, isu sosial yang relevan bagi industri garmen tidak selalu sama dengan tantangan yang dihadapi oleh industri teknologi. Pendekatan pelaporan yang seragam tanpa mempertimbangkan konteks sektoral berisiko menghasilkan laporan yang kurang tepat sasaran.

Dalam konteks ini, GRI Sector Standards hadir untuk membantu organisasi menyesuaikan fokus pelaporan dengan karakteristik, dampak, dan isu material yang paling relevan bagi sektornya. Dengan menggunakan Standar Sektor yang berlaku, sebuah organisasi mendapat panduan tentang topik-topik mana yang secara umum dianggap berpotensi material dalam sektornya.

Ini membantu organisasi memulai proses identifikasi dampak dengan titik awal yang lebih relevan, bukan dari nol.

Cara Kerjanya dalam Praktik Sustainability

Penggunaan Standar Sektor terintegrasi langsung ke dalam proses penentuan topik material sebagaimana diatur dalam GRI 3. Ketika sebuah organisasi sedang menentukan topik material, mereka diwajibkan untuk meninjau Standar Sektor yang berlaku pada sektor mereka.

Dari proses peninjauan itu, organisasi harus menentukan apakah setiap topik yang tercantum dalam Standar Sektor relevan dan bersifat material bagi mereka. Jika sebuah topik dianggap tidak material, organisasi tetap berkewajiban untuk mencantumkannya dalam indeks konten GRI beserta penjelasan mengapa topik tersebut bukan material.

Hal ini penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pelaporan. Ketika sebuah topik dalam Standar Sektor dinyatakan material, Standar Sektor tersebut kemudian membantu organisasi mengidentifikasi pengungkapan dari Standar Topik GRI yang perlu dilaporkan.

Dengan kata lain, Standar Sektor bertindak sebagai peta yang mengarahkan organisasi ke pengungkapan-pengungkapan yang paling relevan dengan dampak nyata mereka di sektor tersebut.

Pengungkapan Sektor Tambahan

Selain mengarahkan organisasi ke pengungkapan dari Standar Topik, Standar Sektor juga dapat memuat pengungkapan sektor tambahan. Berbeda dengan pengungkapan Standar Topik yang sifatnya wajib ketika topik dinyatakan material, pengungkapan sektor tambahan ini bersifat rekomendasi. Organisasi tidak diwajibkan untuk melaporkannya, dan tidak perlu pula menyampaikan alasan apabila memilih untuk tidak memasukkannya.

Meskipun demikian, pengungkapan sektor tambahan ini tetap bernilai. Ketika pengungkapan dari Standar Topik dirasakan belum cukup menggambarkan dampak organisasi secara memadai, pengungkapan sektor tambahan ini bisa menjadi salah satu cara untuk melengkapi informasi yang disajikan kepada pembaca.

Optimalkan Laporan Keberlanjutan Sesuai Karakteristik Sektor Anda

Setiap sektor memiliki isu material, risiko, dan dampak keberlanjutan yang berbeda. Validerra dapat membantu perusahaan Anda memahami dan menerapkan GRI Sector Standards secara tepat agar laporan keberlanjutan lebih relevan, terstruktur, dan sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan. Konsultasikan penyusunan laporan keberlanjutan Anda bersama Validerra.

Author: Ainur
Editor: Lina

Referensi

Global Reporting Initiative. (2021). GRI sustainability reporting standards. Global Reporting Initiative.

Global Reporting Initiative. (2021). GRI 1: Foundation 2021.

Global Reporting Initiative. (2021). GRI 2: General Disclosures 2021.

Global Reporting Initiative. (2021). GRI 3: Material Topics 2021.