Standar GRI (Global Reporting Initiative) tersusun sebagai sebuah sistem yang saling berkaitan, terbagi dalam tiga seri utama: Standar Universal, Standar Sektor, dan Standar Topik. Jika Standar Universal berlaku untuk semua organisasi secara umum, maka Standar Topik , atau yang sering disebut GRI Topic Standards , berfungsi lebih spesifik.
Standar ini menyediakan pengungkapan yang digunakan organisasi untuk melaporkan informasi mengenai dampak mereka terhadap isu-isu tertentu yang telah ditetapkan sebagai topik material. Topik material sendiri adalah topik yang mencerminkan dampak paling signifikan suatu organisasi terhadap ekonomi, lingkungan, dan masyarakat, termasuk dampak terhadap hak asasi manusia.
Organisasi menggunakan Standar Topik sesuai dengan daftar topik material yang telah mereka tentukan melalui proses yang diatur dalam GRI Topic Standards 3: Topik Material 2021. Artinya, tidak semua Standar Topik wajib digunakan oleh setiap organisasi yang mana pemilihannya bergantung pada hasil penilaian resiko dan dampak masing-masing perusahaan.
Daftar Isi:
Kode Penomoran
Setiap GRI Topic Standards memiliki kode tiga digit yang mencerminkan kelompok isu yang dibahas. Seri 200-an mengelompokkan topik-topik ekonomi, seperti kinerja ekonomi, keberadaan pasar, antikorupsi, dan perilaku anti-persaingan.
Seri 300-an mencakup topik-topik lingkungan hidup, mulai dari pengelolaan energi, air dan efluen, emisi gas rumah kaca, hingga limbah , misalnya GRI 303 tentang Air dan Efluen serta GRI 305 tentang Emisi. Seri 400-an membahas dimensi sosial, yang mencakup ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja, keberagaman, serta hak asasi manusia dalam rantai pasokan, salah satunya GRI 405 tentang Keanekaragaman dan Kesempatan Setara.
Di mana tata kelola (governance) ditempatkan dalam sistem Standar GRI? Berbeda dengan kerangka pelaporan lain seperti ESG (Environmental, Social, and Governance) yang menempatkan governance sebagai pilar tersendiri, GRI memiliki pendekatan yang berbeda. Dalam sistem GRI, informasi tentang tata kelola organisasi , termasuk struktur badan pengambil keputusan, komposisi dewan, mekanisme pengawasan, serta peran badan tata kelola tertinggi dalam mengelola dampak keberlanjutan, diatur dalam GRI 2: Pengungkapan Umum 2021, bukan dalam Standar Topik.
GRI 2 mengharuskan organisasi mengungkapkan informasi tentang aktivitas, tata kelola, dan kebijakan mereka. Dengan demikian, governance bukan merupakan seri tersendiri dalam Standar Topik, melainkan menjadi bagian dari fondasi pelaporan universal yang berlaku bagi seluruh organisasi.
Hal ini penting dipahami agar tidak terjadi salah tafsir ketika membandingkan GRI dengan kerangka pelaporan lain. Dalam GRI, aspek tata kelola dipandang sebagai konteks organisasi yang menyeluruh, bukan sekadar salah satu topik yang bisa dipilih atau ditinggalkan.
Pendekatan ini menegaskan bahwa tata kelola memiliki peran mendasar dalam memastikan akuntabilitas dan transparansi pelaporan keberlanjutan. Melalui GRI 2: General Disclosures, organisasi mengungkapkan informasi mengenai struktur tata kelola, peran badan tata kelola tertinggi, serta mekanisme pengawasan terhadap dampak ekonomi, lingkungan, dan manusia.
Informasi tersebut membantu pemangku kepentingan memahami bagaimana tanggung jawab keberlanjutan diintegrasikan ke dalam proses pengambilan keputusan perusahaan. Dengan demikian, pengungkapan tata kelola menjadi fondasi penting untuk memahami bagaimana organisasi mengelola dampaknya secara bertanggung jawab.
Baca Juga:
GRI Sector Standards dalam Laporan Keberlanjutan: Fungsi dan Manfaatnya
Menggunakan Standar Topik Secara Selektif
Satu prinsip kunci dalam GRI Topic Standards adalah bahwa penggunaannya bersifat selektif dan berdasar topik material. Organisasi tidak diwajibkan menggunakan seluruh Standar Topik yang tersedia.
Setelah menentukan topik material melalui proses yang diatur dalam GRI 3, organisasi kemudian mengidentifikasi pengungkapan dari Standar Topik yang relevan dengan dampak yang berkaitan dengan GRI topic standards tersebut. Lebih jauh, dimungkinkan pula bahwa satu topik material memerlukan lebih dari satu Standar Topik untuk dilaporkan secara memadai.
Sebaliknya, tidak semua pengungkapan dalam satu Standar Topik selalu relevan bagi setiap organisasi. Fleksibilitas ini dirancang agar pelaporan tetap mencerminkan keadaan nyata dan spesifik dari masing-masing organisasi, bukan sekadar daftar panjang pengungkapan formal yang tidak bermakna.
Optimalkan Laporan Keberlanjutan dengan GRI Topic Standards
Ingin menyusun laporan keberlanjutan yang lebih transparan, relevan, dan sesuai standar internasional? Validerra siap membantu perusahaan Anda memahami dan menerapkan GRI Topic Standards untuk mengungkapkan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial secara sistematis. Konsultasikan kebutuhan penyusunan laporan keberlanjutan Anda bersama Validerra.
Author: Ainur
Editor: Lina
Referensi
Global Reporting Initiative. (2021). GRI sustainability reporting standards. Global Reporting Initiative.
Global Reporting Initiative. (2021). GRI 1: Foundation 2021.
Global Reporting Initiative. (2021). GRI 2: General Disclosures 2021.
Global Reporting Initiative. (2021). GRI 3: Material Topics 2021.
