3 Struktur Baru GRI Standards: Universal, Sector, dan Topic Standards

Pelajari struktur baru GRI Standards, mulai dari Universal, Sector, hingga Topic Standards, serta bagaimana penerapannya dalam laporan keberlanjutan.

Pelaporan keberlanjutan kini bukan lagi sekadar formalitas, tetapi menjadi alat penting bagi perusahaan untuk menunjukkan transparansi dan tanggung jawabnya. Dalam pembaruan terbaru, GRI Standards hadir dengan struktur yang lebih jelas dan sistematis melalui tiga pilar utama: Universal Standards, Sector Standards, dan Topic Standards.

Memahami ketiganya bisa membantu melihat bagaimana laporan keberlanjutan disusun agar lebih relevan dan terarah.

Daftar Isi:

Universal Standards

Universal Standards adalah dasar dari seluruh laporan keberlanjutan. Standar ini berlaku untuk semua organisasi, tanpa memandang sektor atau ukuran perusahaan. Di dalamnya terdapat prinsip-prinsip umum seperti bagaimana organisasi mengungkapkan profil, strategi, tata kelola, serta pendekatan dalam mengelola dampak keberlanjutan.

Melalui Universal Standards, organisasi juga memperoleh kerangka awal untuk menentukan topik material dan menjelaskan bagaimana dampak utama diidentifikasi, dikelola, serta dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan. Karena sifatnya yang mendasar, standar ini menjadi titik awal sebelum organisasi menggunakan Sector Standards maupun Topic Standards yang lebih spesifik.

Bagian ini juga menekankan konsep materialitas, yaitu bagaimana perusahaan mengidentifikasi isu-isu yang paling berdampak terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi. Menariknya, Universal Standards dikenali dengan nomor satu digit, yaitu GRI 1, GRI 2, dan GRI 3, yang masing-masing memiliki fungsi spesifik dalam membangun fondasi laporan.

Sector Standards 

Tidak semua sektor memiliki dampak yang sama. Perusahaan tambang tentu berbeda dengan perusahaan perbankan atau pertanian.

Karena itu, Sector Standards membantu organisasi memahami isu keberlanjutan yang paling relevan berdasarkan karakteristik industrinya, termasuk dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang umumnya muncul dalam sektor tersebut. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menyusun laporan yang lebih kontekstual dan tidak sekadar mengikuti daftar pengungkapan secara umum.

Sector Standards juga membantu mengarahkan organisasi pada topik-topik yang perlu dipertimbangkan dalam proses penentuan materialitas, sehingga pelaporan menjadi lebih fokus dan sesuai dengan kondisi bisnis yang sebenarnya. Di sinilah peran Sector GRI Standards menjadi penting.

Standar ini dirancang khusus untuk sektor tertentu agar pelaporan menjadi lebih relevan dan mencerminkan risiko serta dampak yang khas dari industri tersebut. Sector Standards diidentifikasi dengan nomor dua digit, dimulai dari GRI 11 untuk sektor minyak dan gas, dan akan terus bertambah secara berurutan sesuai waktu rilis standar baru.

Dengan adanya sistem ini, perusahaan dapat dengan mudah mengenali standar yang relevan untuk industrinya.

Topic Standards

Jika Universal Standards adalah fondasi dan Sector Standards adalah konteks, maka Topic Standards adalah detailnya. Standar ini mengatur bagaimana perusahaan melaporkan isu-isu spesifik, seperti emisi, penggunaan air, tenaga kerja, atau keanekaragaman hayati.

Topic Standards menggunakan kode tiga digit, dimulai dari GRI 101 (Biodiversity 2024), dan akan terus berkembang secara berurutan seiring dengan pembaruan atau penambahan standar baru. Perusahaan memilih Topic Standards berdasarkan hasil analisis materialitas mereka, sehingga laporan menjadi lebih fokus dan relevan terhadap dampak yang paling signifikan.

Ketiga jenis standar ini dirancang untuk saling melengkapi. Universal Standards memberikan kerangka dasar, Sector Standards menambahkan konteks industri, dan Topic Standards memperdalam isu-isu spesifik.

Penomoran yang sistematis juga membantu pengguna laporan dalam menavigasi dan memahami isi laporan dengan lebih mudah. Bagi perusahaan, struktur ini membantu menyusun laporan yang tidak hanya memenuhi standar global, tetapi juga mencerminkan kondisi nyata dari aktivitas bisnis mereka.

Sementara bagi pembaca, laporan menjadi lebih mudah dipahami dan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang dampak perusahaan.

Pahami Struktur GRI Standards untuk Pelaporan yang Lebih Terarah

Perubahan struktur GRI Standards perlu dipahami agar proses penyusunan laporan keberlanjutan tetap relevan, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan pengungkapan. Validerra dapat membantu perusahaan Anda memahami keterkaitan antara Universal Standards, Sector GRI Standards, dan Topic GRI Standards serta menerapkannya dalam proses pelaporan.

Konsultasikan kebutuhan penyusunan laporan keberlanjutan Anda bersama Validerra.

Author: Ainur
Editor: Lina

Referensi

Global Reporting Initiative. (2021). GRI sustainability reporting standards. Global Reporting Initiative.

Global Reporting Initiative. (2024). Understanding the new naming system of the GRI Standards. Global Reporting Initiative. Accessed online at https://www.globalreporting.org/news/news-center/understanding-the-new-naming-system-of-the-gri-standards/