- Apa Itu Carbon Pricing?
- Bagaimana Harga Karbon Ditetapkan?
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Karbon
Perubahan iklim merupakan salah satu tantangan terbesar di zaman ini. Upaya pengurangan emisi gas rumah kaca sangat penting untuk membatasi pemanasan global. Carbon pricing menjadi salah satu metode yang efektif untuk mencapai tujuan.
Carbon pricing adalah sistem yang dibuat untuk memberikan biaya pada emisi karbon dioksida (CO₂) yang dilepaskan ke atmosfer. Tujuannya adalah, jika mengeluarkan emisi dikenakan biaya yang mahal, maka masyarakat dan perusahaan akan memiliki inisiatif yang lebih kuat untuk mengurangi emisi dan berinvestasi pada energi alternatif yang lebih bersih.
Apa Itu Carbon Pricing?

Carbon pricing adalah pendekatan ekonomi untuk mengendalikan perubahan iklim. Selain hanya mengandalkan peraturan (regulations), pendekatan ini menggunakan mekanisme pasar untuk membuat pihak yang mengeluarkan emisi membayar emisi yang mereka lepaskan. Harga tersebut dimaksudkan untuk mencerminkan biaya lingkungan dari emisi karbon, yang sering disebut sebagai social cost of carbon.
Dalam praktiknya, carbon pricing dapat berbentuk dua model utama. Pertama adalah carbon tax, di mana pemerintah menetapkan harga tetap per ton CO₂ yang dilepaskan, dan perusahaan yang membakar bahan bakar fosil harus membayar sesuai jumlah emisi yang mereka hasilkan. Kedua adalah cap-and-trade system (juga disebut cap-and-permit), di mana pemerintah menetapkan batas maksimum total emisi, mengeluarkan izin (permits) untuk jumlah tersebut, dan mengharuskan perusahaan memiliki cukup izin untuk menutupi emisi mereka.
Izin ini dapat diperdagangkan, sehingga harga ditentukan oleh mekanisme pasar. Kedua sistem ini bertujuan membuat pencemar mempertimbangkan biaya dari polusi karbon dan mencari cara yang lebih murah untuk menguranginya.
Baca juga:
Menjelang The 30th Conference of the Parties (COP30) Mampukah Dunia Capai Target 1,5°C?
Bagaimana Harga Karbon Ditetapkan?
Cara penentuan harga karbon bergantung pada sistem yang digunakan. Dalam carbon tax, pemerintah menetapkan tarif yang dapat dinaikkan secara bertahap untuk mendorong pengurangan emisi yang lebih besar dari waktu ke waktu. Dalam sistem cap-and-trade, harga muncul dari mekanisme penawaran dan permintaan. Jika pengurangan emisi mahal, permintaan izin akan naik dan harga pun ikut naik.
Sebaliknya, jika lebih murah, harga turun. Beberapa kebijakan dapat mengatur harga secara otomatis berdasarkan pencapaian target emisi. Misalnya, jika emisi masih terlalu tinggi, tarif carbon tax dapat dinaikkan sampai pengurangan tercapai. Pendekatan ini memastikan kebijakan tetap sejalan dengan tujuan iklim seperti target Paris Agreement untuk membatasi pemanasan global pada kisaran 1,5–2°C di atas tingkat pra-industri.
Baca juga:
The Paris Agreement: This Is Why Earth Is in Grave Danger
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Karbon
Ada beberapa hal yang mempengaruhi harga karbon. Target iklim yang lebih ketat biasanya memerlukan harga yang lebih tinggi. Jika energi terbarukan dan teknologi bersih lainnya murah dan mudah diakses, harga dapat tetap rendah karena perusahaan dapat beralih lebih mudah.
Sebaliknya, jika alternatif masih mahal, harga harus naik untuk mendorong perubahan. Kondisi ekonomi juga berperan dimana biasanya harga karbon akan naik ketika aktivitas ekonomi meningkat dan penggunaan energi bertambah. Kondisi politik pun berpengaruh, karena pemimpin dapat menahan harga agar tetap rendah untuk menghindari reaksi negatif publik, terutama jika harga bahan bakar sedang tinggi.
Dalam beberapa kasus, publik mendukung harga yang lebih tinggi ketika pendapatan dari karbon dikembalikan langsung kepada masyarakat dalam bentuk dividends. Carbon pricing penting karena memberi sinyal yang jelas bahwa ‘polusi tidaklah gratis’. Sistem ini memberi penghargaan kepada mereka yang mengurangi emisi dan mendorong inovasi di bidang energi bersih.
Namun, agar efektif, harga harus cukup tinggi untuk mendorong perubahan yang nyata. Jika dipadukan dengan kebijakan yang adil, carbon pricing dapat menurunkan polusi, melindungi planet, dan membuat transisi menuju energi bersih menjadi lebih terjangkau bagi semua orang. Siap memahami dampak carbon pricing untuk bisnis Anda?
Dapatkan panduan ahli untuk merancang strategi pengurangan emisi, mengevaluasi kelayakan proyek, dan memastikan dokumentasi sesuai standar internasional. Mulai langkah Anda sekarang untuk solusi yang kredibel.
Author: Ainur Subhan
Editor: Sabilla Reza
Referensi:
Boyce, J. K. (2018). Carbon pricing: Effectiveness and equity. Ecological Economics, 150, 52–61. https://doi.org/10.1016/j.ecolecon.2018.03.030
