Environmental Aspect in ESG: Mengapa Penting dan Apa Saja yang Dinilai?

Pelajari mengapa aspek lingkungan dalam ESG menjadi penilaian penting bagi bisnis modern. Artikel ini membahas risiko iklim, pengelolaan emisi, dan strategi keberlanjutan yang dapat memperkuat kinerja perusahaan anda

Gelombang panas yang semakin ekstrem, banjir yang terjadi di luar musim, hingga kualitas udara yang memburuk di kota-kota besar menunjukkan bahwa perubahan iklim sudah harus menjadi prioritas pembahasan yang harus diselesaikan. Di tengah kondisi lingkungan yang kian rapuh, dunia usaha mendapat sorotan besar mengenai bagaimana aktivitas mereka berkontribusi terhadap krisis ini. 

Dari sinilah konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi penting, terutama pilar lingkungan yang menilai sejauh mana perusahaan bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi. Memahami aspek ini tidak hanya relevan bagi investor atau pelaku bisnis, tetapi juga bagi masyarakat umum yang merasakan langsung dampak dari aktivitas bisnis korporasi terhadap lingkungan hidup.

Apa itu Aspek Lingkungan dalam ESG?

Aspek lingkungan dalam ESG menggambarkan bagaimana perusahaan mengelola dan meminimalkan dampak negatif terhadap alam. Hal ini mencakup berbagai elemen seperti emisi gas rumah kaca, penggunaan energi, limbah, air, hingga dampak operasi bisnis terhadap ekosistem. 

Beberapa ahli mendorong agar penilaian aspek lingkungan dibuat lebih terfokus pada isu paling penting, yaitu perubahan iklim dan emisi karbon. Karena sumber utama emisi sudah teridentifikasi dan dapat diukur dengan jelas, indikator ini dianggap lebih objektif dalam menggambarkan kontribusi perusahaan terhadap upaya dekarbonisasi global.

Dalam laporan keberlanjutan, perusahaan umumnya mengungkapkan sejumlah kategori utama, seperti emisi gas rumah kaca (Scope 1, 2, dan 3), konsumsi energi, penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah, efisiensi air, serta perlindungan keanekaragaman hayati. 

Namun, berbagai studi menyoroti bahwa perbedaan metodologi antar penyedia rating membuat penilaian ESG sangat bervariasi. Beberapa perbedaan tersebut mencakup jenis indikator yang dipilih, bobot penilaian, hingga kualitas data perusahaan. Variasi ini terkadang membuat penilaian ESG tidak akurat. Tanpa harmonisasi indikator dan validasi data, laporan keberlanjutan berisiko hanya menjadi dokumen naratif tanpa dampak untuk menilai risiko lingkungan secara akurat.

Baca juga:
Panduan Singkat untuk Memahami ESG (Environmental, Social, and Governance)!

Lingkungan dalam Manajemen Risiko Perusahaan

Aspek lingkungan tidak lagi dilihat sebagai tanggung jawab moral semata, tetapi juga sebagai risiko strategis yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha. Perubahan iklim memunculkan risiko fisik seperti banjir, kekeringan, badai, dan kebakaran hutan yang dapat merusak aset perusahaan hingga mengganggu rantai pasok. Semua dampak yang ditermia tidak hanya akan mempengaruhi perusahaan saja, namun juga memiliki dampak pada masyarakat sekitar hingga kelestarian lingkungan hidup di masa depan.

Di sisi lain, risiko transisi muncul dari ketatnya regulasi baru, pergeseran preferensi konsumen menuju produk ramah lingkungan, hingga potensi reputasi buruk bagi perusahaan yang dianggap tidak peduli terhadap lingkungan.

Perusahaan yang tidak beradaptasi dengan tuntutan lingkungan akan menghadapi biaya operasional yang meningkat, nilai pasar yang menurun, dan hilangnya kepercayaan pemangku kepentingan. Sebaliknya, perusahaan yang mengungkapkan informasi lingkungan secara transparan dan mengambil langkah mitigasi dapat mengurangi risiko, sekaligus membuka peluang kompetitif di pasar yang semakin sensitif terhadap isu keberlanjutan.

Jika perusahaan anda ingin memastikan kepatuhan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas laporan keberlanjutan, IML Research siap mendampingi melalui layanan AMDAL, Kajian Dampak Lingkungan, dan Sustainability Reporting berbasis data ilmiah yang akurat. Dengan analisis yang komprehensif dan metode pengujian yang dapat diandalkan, kami membantu anda menilai risiko lingkungan, memvalidasi data ESG, serta menyusun laporan yang memenuhi standar regulasi dan kebutuhan pemangku kepentingan. Wujudkan pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab bersama IML Research.

Author: Ainur Subhan
Editor: Sabilla Reza

Reference:

Halkos, G. E., & Aslanidis, P.-S. C. (2024). Reviewing environmental aspects under the scope of ESG. Munich Personal RePEc Archive. 

Senadheera, S. S., Withana, P. A., Dissanayake, P. D., Sarkar, B., Chopra, S. S., Rhee, J. H., & Ok, Y. S. (2021). Scoring environment pillar in environmental, social, and governance (ESG) assessment. Sustainable Environment, 7(1), 1–7. 

Trahan, R. T., & Jantz, B. (2023). What is ESG? Rethinking the “E” pillar. Business Strategy and the Environment, 32, 4382–4391

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *